Semangat: Program Hunian untuk Pekerja sebagai Upaya Mliki Tempat Tinggal Pertama, Sewa Murah
![]() |
| Ilustrasi Program Hunian untuk Pekerja yang digelar pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto |
Pemerintah menunjukkan salah satu bentuk perhatian bagi pekerja khususnya yang menghadapi tantangan transportasi ketika hendak menuju tempat kerja yang jauh dengan kendaraan umum.
Program 10.000 Hunian untuk Pekerja adalah langkah yang ditempuh untuk membantu setiap yang bekerja menjalani hidup yang layak, yaitu tempat tinggal nyaman dan terjangkau.
Kesejahteraan pekerja adalah kunci produktivitas bangsa, sehingga program ini sebagai langkah nyata mereka bisa tinggal lebih dekat dengan tempat mengais rezeki, hemat waktu, biaya dan energi.
Mengingat tantangan transportasi yang dihadapi pekerja contohnya di Jakarta dan sekitarnya adalah biaya dan waktu tempuh ke tempat kerja masih tinggi.
Menurut Kemenhub - BPS biaya transportasi yang ditanggung rata-rata mencapai 12,46% dari pengeluaran bulanan, tantangan ini terus menggerus kesejahteraan pekerja.
Masalahnya bukan hanya macet tetapi dampak lain yaitu risiko kecelakaan di perjalanan serta sulitnya memiliki rumah pertama bagi pekerja.
Pemerintah beranggapan bahwa mengurangi beban pengeluaran sama dengan pemberdayaan, yaitu melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenko PM tengah menyiapkan hunian terjangkau.
Hunian yang berlokasi di dekat kawasan industri dan padat pekerja, sewa mulai Rp200.000 per orang dengan fasilitas memadai dan akses mudah ke tempat kerja.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban transportasi dan mendorong produktivitas pekerja yang menambah keuntungan perusahaan secara signifikan.
Griya pekerja yang sudah ada dan dihuni ribuan pekerja di berbagai daerah yaitu Muka Kuning, Bumi Lancang Kuning, Kabil dan Jababeka.
Hunian untuk para pekerja hadir di banyak daerah atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Menko PM A. Muhaimin Iskandar mendorong perluasan Griya Pekerja di berbagai wilayah.
Disebutkan diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur direncakana hingga tahun 2029 Griya Pekerja ini akan dihuni lebih dari 10.000 pekerja.
Program Hunian Pertama untuk Pekerja merupakan strategi untuk mengurangi biaya transportasi, menekan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas hidup pekerja.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk membantu pekerja mewujudkan hunian pertama mereka karena diangsur dengan ringan sesuai besaran pendapatan tiap bulan.
Pemberdayaan bukan hanya soal peningkatan pendapatan tapi juga bagaimana negara membantu menurunkan beban pengeluaran rakyatnya.
Setiap pekerja berhak hidup layak tanpa harus mengorbankan separuh harinya di jalan, dengan hunian yang lebih dekat pekerja bisa menekan angka pengeluaran dan lebih produktif.**



