width=

Tips Tampil Mewah Berkelas: Usah Bicara Keras dan Posisikan Aura Seperti Ini

Ilustrasi pasangan bangsawan yang mewah berkelas meski tampil sederhana (pinterest/πŸŒΉπ”π”¦π”©π”¨π”Ά π”šπ”žπ”Άπ”°πŸŒΉ)

Apa hal pertama yang kira-kira menjadi perhatian tatkala menilai seseorang? Penampilan berbusananya atau adab yang ditunjukkan saat bersama orang banyak bahkan di kala sendiri?

Ada kalimat don’t judge a book by its cover namun kenyataannya tidak bisa disangkal dan ternyata sudah berlaku sejak zaman kuno dahulu bahwa janganlah menilai sesuatu dari bungkusnya. 

Implementasinya, janganlah menilai seseorang dari tampilan luarnya, sehingga tidak dengan serta merta menyimpulkan seberapa mewah berkelas atau bijak inspiratif dan sebalinya.

Mari belajar dari orang kaya zaman dahulu khususnya dalam berpenampilan, hampir semua bangsawan saat itu berpakaian dengan sederhana tanpa menambahkan aksesoris mencolok.

Zaman dahulu, kemewahan bukan diukur dari seberapa mencolok pakaian tapi seberapa tenang aura ketenangan dan percaya diri saat hadir di tengah-tengah banyak orang.

Diam itu Gaya

Konon, di istana diam itu gaya. Para bangsawan dan pejabat tinggi mengenakan busana dengan kain halus tapi tanpa hiasan berlebihan, tidak memberi ruang pada apa yang dikenakan untuk 'bersuara'.

Budaya lama menyiratkan bahwa kemegahan sejati tidak perlu berteriak, ia berbisik lewat keanggunan dan wibawa sosok hidup yang selalu membawa pemikiran serta lisan yang diperdengarkan.

Makna Dibalik Kesederhanaan 

Kain polos sebagai bahan pakaian, dengan warna lembut dan potongan sederhana, bersih, kesemuanya adalah simbol keseimbangan dan kendali diri dengan landasan tidak banyak menyuguhkan unsur.

Orang yang benar-benar berkuasa tidak perlu membuktikan apapun lewat tampilan tetapi keberadaannya sudah sangat cukup untuk membuktikan layak disegani.

Logo adalah Bahasa Baru Dunia Modern

Zaman modern kini banyak yang mengejar pengakuan lewat lambang di dada dan tas tangan yang ditenteng, seolah memaksa pengakuan kemewahan terhadap apa yng dikenakan.

Namun di masa lalu pengakuan datang dari sikap, ucapan dan reputasi yang bersinar, bukan kebendaan mati sekadar pelengkap, yang ditonjolkan bukan merk tapi nama baik.

Kesederhanaan adalah bentuk keanggunan tertinggi dalam pandangan kuno. Orang yang terlalu mencolok justru dianggap kehilangan kendali batin, tidak percaya diri, butuh bantuan untuk tampil.

Sebaliknya, yang tenang dan sederhana menunjukkan bahwa ia telah menang melawan egonya sendiri, tidak membutuhkan dukungan semu, karena sejatinya dalam dirinya sudah memancar sinar kuat..

Diam tapi Terlihat 

Orang kaya sejati tidak menunjukkan apa yang dimilikinya karena ia tahu nilai tak perlu dibungkus kemewahan, yang berkelas itu tak perlu bicara keras.

Diam yang membungkus pemikiran andal, pribadi kuat percaya diri, menyatu dengan semesta, inilah aura yang menempatkan seseorang punya label mewah berkelas.**


Next Post Previous Post