Upaya Cegah Keracunan: LPK BKJ Caruban Bersama SPPG Al Kautsar Gelar Sertifikasi BNSP bagi Relawan
![]() |
| Pimpinan LPK BKJ Caruban bersama LSP gelar Sertifikasi BNSP di SPPG Al Kautsar Madiun |
Madiun – Pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, LPK Budi Kartika Jaya (BKJ Caruban) turut menyukseskan.
Pelaku di lapangan sepenuhnya adalah relawan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang mendistribusikan MBG terutama kelompok rentan seperti anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini dilakukan untuk menekan angka malnutrisi dan stunting (pendek) serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Mengingat tujuan mulia ini, LPK BKJ Caruban mengajak relawan SPPG uji kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berupa sertifikat berlogo Burung Garuda.
Sertifikasi BNSP digelar pada Ahad 30 November 2025 di SPPG Al Kautsar Madiun dengan peserta berasal dari empat SPPG wilayah Magetan, Ponorogo dan Dagangan Kabupaten Madiun.
Pimpinan LPK BKJ Caruban Budi Hartono menyatakan bahwa penting sekali sertifikasi BNSP ini, bukan hanya sertifikatnya dikeluarkan oleh BNSP tetapi bukti kompeten sebelum eksekusi menu.
“Penting sekali relawan memiliki bukti kompeten dari BNSP karena mengolah MBG tidak boleh asal-asalan, harus aman dan sehat sesuai keinginan pemerintah” tutur Budi.
Skema yang diujikan ada dua, yaitu Set Menu bagi relawan yang langsung menangani proses mulai dari merancang, memasak hingga distribusi untuk penerima manfaat.
Kedua adalah skema Pengelola Katering bagi penanggung jawab SPPG guna kompeten dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) SPPG.
Kedua skema memperhatikan antara lain keamanan dan higienitas pangan, gizi serta kualitas makanan, termasuk penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).
Hal ini adalah salah satu upaya pencegahan permasalahan terkait keamanan pangan, yaitu kasus keracunan yang pernah terjadi di SPPG lain.
Tidak cukup paham cara mengolah, tetapi wajib kompeten dalam proses pemilihan bahan hingga pencucian peralatan harus mengikuti SOP yang ditetapkan untuk menghindari kontaminasi makanan.
Berikutnya menerapkan protokol kebersihan diri relawan, seperti mencuci tangan secara teratur, menggunakan pakaian kerja dan alat pelindung diri (APD) yang bersih, serta tidak membawa aksesoris ke dalam dapur.
Peserta uji kompetensi melakukan praktik menyusun menu, eksekusi sekaligus menjelaskan pada penguji hal-hal apa saja yang berkaitan, untuk membuktikan kompeten.
Pasca seluruh peserta menyelesaikan pembuktian dan penguji menyimpulkan rekomendasi kompeten, kegiatan diakhiri dengan foto Bersama di salah satu ruang SPPG Al Kautsar Madiun.**



